3 Titik Rawan Bocor di Dak Beton Rumah & Cara Mengatasinya!

Dak beton pada lantai atas maupun atap rumah sering dianggap sebagai struktur pelindung yang paling kuat dan tahan lama. Namun, tak jarang pemilik rumah dibuat pusing ketika musim hujan tiba: dak beton mendadak rembes, air menetes ke plafon lantai bawah, hingga memunculkan noda jamur yang merusak pemandangan.

Beton pada dasarnya memiliki sifat kapiler (pori-pori halus) yang dapat menyerap air jika tidak dilindungi dengan benar. Ditambah lagi dengan perubahan cuaca ekstrem yang membuat beton memuai dan menyusut, retakan-retakan kecil pun sangat mudah terbentuk.

Agar rumah Anda tetap aman dan bebas dari genangan air, yuk kenali 3 titik rawan bocor di dak beton rumah beserta solusi tepat untuk mengatasinya:

1. Pertemuan Antara Dak Beton dan Dinding (Sudut Fillet)

Titik pertemuan antara permukaan lantai dak horizontal dan dinding vertikal adalah area paling rawan bocor.

  • Kenapa Rawan Bocor? Area sudut ini menerima pergerakan struktur yang berbeda antara lantai dan dinding. Jika hanya disambung dengan adukan semen biasa, sambungan tersebut sangat mudah retak rambut (hairline crack) akibat getaran dan muai-susut cuaca.
  • Cara Mengatasinya: Buat lekukan melengkung (fillet/concreting) di sepanjang sudut pertemuan tersebut menggunakan adukan semen kedap air. Setelah kering, aplikasikan lapisan waterproofing yang diperkuat dengan serat fiber (serat kain polyester) agar sambungannya lentur dan tidak mudah robek saat terjadi pergerakan bangunan.
2. Area Sekitar Lubang Pembuangan Air (Floor Drain)

Air hujan yang turun ke dak beton seharusnya langsung mengalir lancar menuju lubang pembuangan (drainage point). Namun, area di sekeliling floor drain justru sering menjadi biang kerok kebocoran.

  • Kenapa Rawan Bocor? Pemasangan Pipa PVC pembuangan yang tidak rapat dengan adukan beton di sekelilingnya meninggalkan celah mikroskopis. Air yang menggenang di sekitar lubang akan merembes masuk melalui celah antara pipa dan adukan coran tersebut.
  • Cara Mengatasinya: Gunakan material non-shrink grout (semen khusus anti-susut) untuk mengisi celah antara pipa PVC dan struktur beton. Selanjutnya, pastikan pelapis waterproofing dioleskan masuk hingga ke bibir bagian dalam pipa pembuangan.
3. Retak Rambut di Permukaan Luas Dak Beton

Permukaan dak beton yang terpapar panas matahari secara terus-menerus sangat rentan mengalami keretakan di permukaannya.

  • Kenapa Rawan Bocor? Genangan air hujan yang tertahan di atas dak (ponding) akan pelan-pelan meresap masuk melalui retakan-retakan rambut ini. Jika dibiarkan, air akan mencapai tulangan besi di dalam beton, menyebabkannya berkarat, membengkak, dan akhirnya membuat beton pecah (spalling).
  • Cara Mengatasinya: Kerok dan bersihkan area yang retak dari debu serta lumut. Tutup retakan menggunakan sealant polyurethane elastis, lalu kuaskan pelapis waterproofing berbahan dasar polyurethane atau semen fleksibel (two-component waterproofing) secara merata minimal 2 lapis berlawanan arah.

di dalam Travel
Tren Warna Cat Ruang Tamu Kreatif yang Bikin Betah Seharian!