Renovasi Bertahap vs Renovasi Sekaligus: Mana yang Lebih Untung?

Memiliki rencana renovasi rumah sering kali membuat pemilik rumah dihadapkan pada satu pertanyaan:

Lebih baik renovasi sedikit demi sedikit atau langsung sekaligus?

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Renovasi bertahap memungkinkan pekerjaan disesuaikan dengan anggaran dan prioritas, sedangkan renovasi sekaligus dapat membuat beberapa pekerjaan yang saling berkaitan dikerjakan dalam satu rangkaian. Jadi, mana yang lebih menguntungkan?

Jawabannya tergantung pada kondisi rumah, jenis pekerjaan, anggaran, serta target renovasi. Sebelum menentukan pilihan, mari kita lihat perbedaannya.

Renovasi Bertahap: Mulai dari yang Paling Dibutuhkan

Renovasi bertahap berarti pekerjaan dilakukan dalam beberapa tahap berdasarkan prioritas. Misalnya, sebuah rumah memiliki beberapa kebutuhan:

  • Kamar mandi perlu diperbaiki
  • Lantai ruang keluarga ingin diganti
  • Beberapa bagian dinding perlu dicat ulang
  • Plafon perlu diperbaiki
  • Dapur ingin direnovasi

Daripada mengerjakan semuanya sekaligus, pemilik rumah dapat menentukan prioritas. Contohnya:

Tahap 1: Perbaikan kamar mandi

Tahap 2: Penggantian lantai

Tahap 3: Perbaikan plafon

Tahap 4: Pengecatan

Tahap 5: Renovasi dapur

Dengan cara ini, pekerjaan dapat disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Kelebihan Renovasi Bertahap

1. Anggaran dapat disesuaikan

​Anda tidak harus menyiapkan seluruh biaya renovasi sekaligus. Pekerjaan dapat 

​dilakukan sesuai prioritas dan kemampuan budget.

2. Bisa fokus pada masalah yang paling mendesak

​Jika ada kebocoran kamar mandi, kerusakan plafon, atau masalah plumbing, bagian 

​tersebut dapat dikerjakan terlebih dahulu.

3. Rumah tetap dapat digunakan

​Untuk renovasi yang dilakukan di area tertentu, bagian rumah lainnya masih dapat 

​digunakan selama pekerjaan memungkinkan.

4. Lebih fleksibel

​Rencana tahap berikutnya dapat disesuaikan dengan kondisi rumah 

​dan kebutuhan yang berkembang.


Kekurangan Renovasi Bertahap

Meski fleksibel, renovasi bertahap juga membutuhkan perencanaan yang baik.


1. Durasi keseluruhan bisa lebih panjang

Jika renovasi dilakukan dalam beberapa tahap dan terdapat jeda di antara setiap pekerjaan, keseluruhan proses tentu dapat memakan waktu lebih lama.


2. Ada kemungkinan terjadi pekerjaan bongkar-pasang

Ini salah satu hal yang perlu diperhatikan. Misalnya, Anda mengecat dinding terlebih dahulu, kemudian beberapa bulan berikutnya melakukan pekerjaan plumbing yang membutuhkan pembobokan dinding. Dinding yang sebelumnya sudah dicat bisa saja harus diperbaiki dan dicat ulang. Karena itu, urutan pekerjaan perlu direncanakan sejak awal, bahkan jika renovasinya dilakukan bertahap.


3. Harga material dan jasa dapat berubah

Jika tahap berikutnya baru dilakukan beberapa bulan atau tahun kemudian, harga material maupun jasa bisa berbeda dari saat tahap pertama dikerjakan.

Renovasi Sekaligus: Kerjakan Beberapa Pekerjaan dalam Satu Rangkaian

Berbeda dengan renovasi bertahap, renovasi sekaligus dilakukan dalam satu periode pekerjaan. Misalnya Anda ingin melakukan renovasi kamar mandi, mengganti lantai, memperbaiki plafon, mengecat rumah, sekaligus memperbarui beberapa bagian dapur. Semua pekerjaan tersebut direncanakan sejak awal dan dikerjakan dalam satu rangkaian proyek.

Kelebihan Renovasi Sekaligus

1. Perencanaan lebih menyeluruh

Karena semua pekerjaan sudah direncanakan sejak awal, hubungan antarpekerjaan dapat diperhitungkan. Misalnya, pekerjaan listrik, plumbing, plafon, dinding, dan finishing dapat diatur urutannya sehingga mengurangi pekerjaan yang harus dibongkar kembali.


2. Pekerjaan yang saling berkaitan dapat dikerjakan bersamaan

Contohnya, jika ada pekerjaan plumbing yang membutuhkan pembongkaran dinding, pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sebelum pengecatan.


3. Target selesai lebih jelas

Karena pekerjaan dilakukan dalam satu periode proyek, Anda dapat membuat jadwal pekerjaan dari awal hingga selesai.


4. Tidak perlu berkali-kali mempersiapkan proyek

Mobilisasi tenaga kerja, persiapan area, dan pengaturan pekerjaan dapat direncanakan sebagai satu proyek.

Kekurangan Renovasi Sekaligus

Renovasi sekaligus juga memiliki beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.


​1. Membutuhkan anggaran lebih besar di awal

Karena banyak pekerjaan dilakukan dalam satu proyek, dana yang perlu disiapkan tentu lebih besar dibandingkan jika pekerjaan dibagi menjadi beberapa tahap.


2. Aktivitas di rumah bisa lebih terganggu

Semakin banyak area yang direnovasi sekaligus, semakin besar kemungkinan aktivitas sehari-hari di rumah ikut terganggu selama pekerjaan berlangsung.


3. Perencanaan harus lebih matang

Renovasi besar membutuhkan perencanaan yang lebih detail, mulai dari lingkup pekerjaan, material, urutan pengerjaan, hingga anggaran.

Perbandingan Renovasi Bertahap dan Sekaligus
PertimbanganRenovasi BertahapRenovasi Sekaligus
Anggaran awalLebih ringanLebih besar
Durasi keseluruhanBisa lebih panjangBisa lebih terarah dalam satu periode
Gangguan aktivitas rumahDapat dibatasi per areaBisa lebih besar
FleksibilitasLebih fleksibelPerlu perencanaan lebih awal
Pekerjaan terkaitHarus direncanakan agar tidak bongkar ulangLebih mudah dikoordinasikan
Kontrol prioritasBisa dimulai dari yang paling pentingBanyak pekerjaan dikerjakan dalam satu proyek
PerencanaanTetap membutuhkan rencana keseluruhanMembutuhkan perencanaan lebih detail sejak awal
Kapan Sebaiknya Renovasi Bertahap?

Renovasi bertahap dapat menjadi pilihan ketika:


Budget belum tersedia untuk seluruh pekerjaan

Jika Anda sudah memiliki beberapa rencana renovasi tetapi dana belum mencukupi untuk semuanya, pekerjaan dapat diprioritaskan.


Hanya beberapa bagian yang membutuhkan perbaikan

Tidak semua masalah rumah harus diselesaikan sekaligus. Misalnya, kamar mandi bermasalah sementara ruang tamu dan kamar tidur masih dalam kondisi baik. Anda dapat fokus pada kamar mandi terlebih dahulu.


Rumah masih harus tetap digunakan

Jika rumah tetap ditempati selama renovasi, mengerjakan satu area terlebih dahulu dapat membantu mengurangi gangguan terhadap aktivitas sehari-hari.

Kapan Renovasi Sekaligus Lebih Masuk Akal?

Renovasi sekaligus dapat dipertimbangkan ketika:


Banyak pekerjaan saling berkaitan

Contohnya renovasi kamar mandi yang melibatkan pembongkaran, plumbing, waterproofing, keramik, sanitary, dan finishing. Pekerjaan seperti ini akan lebih mudah direncanakan jika seluruh rangkaiannya sudah ditentukan sejak awal.


Ingin mengubah layout rumah

Jika renovasi melibatkan perubahan tata letak, pemindahan dinding, jalur plumbing, atau instalasi listrik, sebaiknya keseluruhan rencana dipikirkan sejak awal.


Rumah sedang dalam kondisi yang membutuhkan renovasi besar

Jika banyak bagian rumah sudah membutuhkan perbaikan sekaligus, mengerjakannya dalam satu proyek dapat membuat perencanaan keseluruhan lebih terarah.

Renovasi Bertahap Bukan Berarti Tanpa Perencanaan

Ini hal yang penting.

Renovasi bertahap bukan berarti merencanakan satu pekerjaan setiap kali ada masalah.

Justru, jika Anda sudah mengetahui bahwa beberapa bagian rumah nantinya akan direnovasi, sebaiknya buat gambaran besarnya terlebih dahulu. Misalnya Anda saat ini baru memiliki budget untuk kamar mandi. Tidak masalah jika yang dikerjakan baru kamar mandi.

Tetapi jika dalam rencana jangka panjang Anda juga ingin mengganti lantai dan memperbaiki plumbing di area lain, hal tersebut sebaiknya sudah dipertimbangkan sejak awal. Dengan begitu, pekerjaan tahap pertama tidak mengganggu pekerjaan yang akan dilakukan di tahap berikutnya.

Jangan Hanya Menghitung Harga Pekerjaan

Saat membandingkan renovasi bertahap dan sekaligus, jangan hanya melihat berapa biaya yang harus dikeluarkan sekarang.

Pertimbangkan juga:

  • Biaya pembongkaran
  • Biaya pemasangan
  • Mobilisasi tenaga kerja
  • Material
  • Pekerjaan tambahan
  • Potensi bongkar-pasang
  • Lama rumah terganggu
  • Kebutuhan renovasi di masa berikutnya

Contohnya, mengecat sebuah ruangan sebelum pekerjaan instalasi selesai mungkin terlihat lebih murah karena bisa dikerjakan sekarang. Tetapi jika beberapa bulan kemudian dinding harus dibobok untuk pekerjaan plumbing atau listrik, bagian tersebut mungkin harus diperbaiki dan dicat ulang. Karena itu, urutan pekerjaan sama pentingnya dengan pemilihan metode renovasi.

Jadi, Mana yang Lebih Untung?

Tidak ada satu jawaban yang berlaku untuk semua rumah. Renovasi bertahap dapat memberikan fleksibilitas dalam mengatur anggaran dan memungkinkan pemilik rumah mengerjakan bagian yang paling membutuhkan perhatian terlebih dahulu. Sementara itu, renovasi sekaligus dapat memberikan perencanaan yang lebih menyeluruh, terutama ketika banyak pekerjaan saling berkaitan.

Yang paling penting adalah menentukan pilihan berdasarkan:

Kondisi rumah + prioritas pekerjaan + anggaran + kebutuhan penghuni.

Dan satu hal yang tidak boleh dilupakan:

Walaupun renovasinya dilakukan bertahap, rencanakan gambaran besarnya sejak awal.

Dengan begitu, setiap tahap renovasi tetap saling terhubung dan Anda dapat mengurangi risiko pekerjaan yang harus dibongkar atau dikerjakan ulang.

Butuh Bantuan Merencanakan Renovasi Rumah?

Masih bingung apakah renovasi rumah sebaiknya dilakukan bertahap atau sekaligus?

TukangBagus.com membantu berbagai kebutuhan renovasi dan perbaikan rumah, mulai dari pekerjaan sipil, kamar mandi, lantai, plafon, pengecatan, plumbing, hingga berbagai pekerjaan renovasi lainnya. Sampaikan kondisi dan kebutuhan rumah Anda, kemudian tentukan pekerjaan mana yang menjadi prioritas.

Tidak harus langsung merenovasi semuanya. Yang penting, mulai dari bagian yang tepat dengan perencanaan yang jelas.

7 Masalah Kamar Mandi yang Sering Diremehkan Pemilik Rumah